Selasa, 23 Agustus 2011

ORGANISASI GEREJA DAN PEMERINTAH


         JUDUL MATERI
ORGANISASI GEREJA DAN PEMERINTAH


Materi Retreat Pemuda dan Remaja Jemaat Zebaoth  Waena yang dilaksanakan
di Kampung Harapan Tanggal 26 - 31 Agustus 2011




DAFTAR RIWAYAT HIDUP


1
2

3
4
5
6



7
8






9










10










Nama
Tempat dan Tanggal
Lahir/Umur
Alamat tempat tinggal
Jenis Kelamin
Agama
Status Perkawinan



Pekerjaan
Riwayat Pendidikan   






Riwayat Organisasi










Riwayat Pekerjaan dan
Alamat Pekerjaan









:
:

:
:
:
:



:
:






:










:
Drs. YEHESKIEL TENOUYE
Paniai, 28 Juni 1959
52 Tahun
Paniai
Laki-laki
Kristen Protestan
a.      Sudah Kawin
b.      Nama Istri : Marike Bunai
c.       Jumlah anak 6 orang
d.      Monika Gobai dan Dorpina Kadepa (alm)
PNS
a.      SD  YPPGI Kebo II Paniai Tamat Tahun 1972
b.      SMP YPPGI Enarotali Paniai Tamat Tahun 1977
c.       SMA  Negeri 527 Nabire Tamat Tahun 1980
d.      Perguruan Tinggi  UNCEN Jayapura Tamat Tahun 1987
e.      M.Pd. Honoris Causa/HC University American 2008
f.        DIKLATPIM II Kelas C LAN Makasar 18 Juli – 13 September 2008.
a.      Sekretaris AMPI Kabupaten Fakfak Tahun 1994-2000
b.      Ketua Majelis Jemaat Fakfak Tahun 1994-2000
c.       Kepala Suku Mee Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2002-2006
d.      Sekretaris Suku Mee Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2006-2011.
e.      Ketua Majelis Jemaat Maranatha Mulia Tahun 2006-2008
f.        Penasehat Majelis Jemaat Maranatha Mulia Tahun 2008-sekarang
g.      Ketua Badan Pengurus Ibadah Persekutuan Roh Kudus Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2009-Sekarang.

a.      Kepala Seksi Kesiswaan SPP/SPMA Kampung Harapan Jayapura Tahun 1988-1990
b.      Wakil Kepala Sekolah Sarana SMA Negeri 1 Fakfak Tahun 1992-1997
c.       Plt.Kepala SMA Negeri 1 Fakfak Tahun 1997-2000
d.      Dosen STT GPI Fakfak Tahun 1993 - 2000
e.      Kepala SMA Negeri 1 Mulia Tahun 2001-2007
f.        Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2007-2009
g.      Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2009-2010
h.      Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Kabupaten Puncak Jaya 2011













OLEH
Drs. Y. TENOUYE







GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA
JEMAAT ZEBAOTH JALAN BUPER WAENA
TAHUN 2011






KATA PENGANTAR

Puji syukur kita memanjatkan kehadirat Allah, atas  berkenanNya dapat menyelenggarakan retreat Pemuda dan Remaja Jemaat Zebaoth Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua berlokasi PUSPIGRA Kampung Harapan Jayapura Tanggal 26 -  31 Agustus 2011 ini.
Thema             :” JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA”
Sub Thema      :” GENERASI MUDA MENJADI AGEN-AGEN YANG MEMBAWA OBOR PEMBAHARUAN DALAM RANGKA MEMBANGUN PILAR-PILAR KERAJAAN ALLAH YANG SEDANG RUNTUH DI NEGERI INI”.
Salah satu topik materi yang diangkat oleh panitia penyelenggara retreat adalah berjudul “ORGANISASI GEREJA DAN PEMERINTAH.  Judul materi ini terlalu luas, dan mengingat terbatasnya waktu, maka kami angkat beberapa bagian dari materi organisasi gereja  dan pemerintah.
Demikian materi ini disajikan,  untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan.















DAFTAR ISI

Pengantar       ………………………………………………………………………………………………………….         i
Daftar isi         …………………………………………………………………………………………………………          ii

I           PENDAHULUAN           …………………………………………………………….             1
II          ORGANISASI                ……………………………………………………………              1
1.      Pengertian Organisasi      ……………………...………………………………….              2
2.      Tujuan Organisasi             ……………………………………..………………….              2
3.      Permasalahan Yang Sering Terjadi Dalam Menjalankan Organisasi .........................               3
4.      Struktur Organisasi           …………………………………………………………               3
III         ORGANISASI GEREJA               ……………………………………………………               3
1.      Arti Gereja                        ……………………………………...………………….               3
2.      Pentingnya Gereja                        .....……………………………………………..                4
3.      Hubungan Kerja Gereja    ………………………………………………………..                4
4.      Mekanisme Kerja Organisasi       …………………………………………….......                4
5.      Tugas Pemimpin Organisasi         ……………………………………………...….                5
6.      Visi, Misi dan Tujuan Gereja        ……………………………………………...….                6
IV         ORGANISASI GEREJA DAN PEMERINTAH        ………………………………..                 6
V          PENUTUP         …………………………………………………………………..                  7



ii
I           PENDAHULUAN
Retreat  merupakan satu kesempatan seseorang untuk mengasingkan diri guna berbicara dengan Tuhan melalui doa dan merenungkan Firman Allah. Retreat Pemuda dan Remaja Jemaat Zebaoth yang berthema : “JADILAH KEHENDAKMU DIBUMI SEPERTI DISORGA  dan Sub Tema “GENERASI MUDA MENJADI AGEN-AGEN YANG MEMBAWA OBOR PEMBAHARUAN DALAM RANGKA MEMBANGUN PILAR-PILAR KERAJAAN ALLAH YANG SEDANG RUNTUH DI NEGERI INI”. Thema dan Sub Thema  ini menyatakan “Kebutuhan” dan “Harapan” Pemuda dan Remaja.  Kebutuhan dan harapan bahwa Allah  hadir di dalam pribadi-pribadi dan di dalam organisasi Pemuda dan Remaja untuk mewujudkan kehendakNya. Perlunya tindakan-tindakan positif dengan cara bersekutu, bersaksi dan melayani. Merenungkan Firman Allah,  berdoa meminta kehendak Allah dalam kehidupan untuk melakukan tindakan  hidup menurut Roh (Galatia 5 : 22 – 24) dan  tidak melakukan tindakan hidup menurut  daging (Galatia 5 : 19 – 21).  Sub Thema adalah Sikap Pernyataan Pemuda dan Remaja sebagai agen pembaharu untuk membangun pilar kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,  kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasan diri dalam kehidupan berorganisasi ataupun pribadi.  Kebutuhan dan harapan ini juga menjelaskan tentang pertumbuhan iman rohani pemuda dan remaja. Iman rohani dapat bertumbuh melalui pendengaran dan perenungan Firman Allah di dalam persekutuan, kesaksian dan pelayanan.  Berbicara mengenai persekutuan, kesaksian dan pelayanan adalah menyangkut Organisasi.  Pemuda Jemaat Zebaoth melihat kebutuhan pertumbuhan iman itu, maka ada program retreat pemuda dan remaja. Dengan demikian salah satu topik materi yang diangkat oleh pemuda dan remaja adalah “ Organisasi Gereja dan Pemerintah”.
II          ORGANISASI.
Organisasi itu sekelompok manusia yang mempunyai tujuan bersama.  Organisasi dapat dibentuk karena ada kebutuhan bersama. Kebutuhan bersama itu berbentuk kebutuhan Rohani atau kebutuhan Jasmani.  Kebutuhan Rohani diurus oleh Organisasi Gereja dan Kebutuhan Jasmani diurus oleh Pemerintah.
Syarat-syarat pengakuan Organisasi antara lain Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Akta Notaris, Visi Misi dan Tujuan, Tata cara dan Aturan Organisasi, Program Kerja Organisasi, dan Struktur Organisasi. Organisasi  dibentuk dengan maksud untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Manusia berorganisasi (berkelompok) salah satu sisi karena keturunan dan sisi lain karena kesadaran pribadi akan kepentingan diri untuk memenuhi kebutuhan jasmani ataupun kebutuhan rohani. Dalam kehidupan berorganisasi kita mengetahui banyak kepentingan yang tidak sama  bahkan saling bertentangan. Dalam hidup sehari-hari kepentingan-kepentingan itu diwujudkan dalam berbagai macam bentuk kebutuhan. Kebutuhan jasmaniah meliputi makan (pangan), pakaian (sandang) dan Tempat Tinggal atau Rumah (papan). Kebutuhan rohaniah meliputi pengakuan, kasih saying, perhatian, rasa aman, damai, sejahtera dan lain-lain. 
Organisasi gereja terbentuk karena adanya umat Allah yang disebut Rakyat menurut Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Organisasi/Lembaga pemerintah terbentuk karena adanya rakyat yang disebut Umat Allah menurut Gereja untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Umat Tuhan atau Rakyat disebut manusia.
1. Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan suatu bentuk kerjasama antara sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama.
Organisasi sebagai sistem kerjasama dapat diartikan suatu sistem penugasan pekerjaan kepada orang-orang yang melakukan kerjasama. Adanya aktifitas-aktifitas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Suatu sistem yang terencana dengan memberikan peran kepada orang untuk menjalankan wewenang tugas dan tanggung jawab.
Organisasi sebagai tata hubungan kerja adalah hubungan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada didalam suatu situasi kelompok untuk mengadakan kerjasama dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama. Yang dimaksud dengan situasi kelompok adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya dapat mengadakan intraksi dalam waktu yang sama sehingga terjadi suatu hubungan yang sangat erat.

2. Tujuan organisasi
Organisasi mempunyai tujuan guna memenuhi kebutuhan (jasmani dan Rohani) yang diusahakan untuk dicapai dengan kerja sama sekelompok orang. Oleh karena itu kebutuhan harus dirumuskan secara jelas dan dirumuskan dalam rumusan program kerja untuk menjawab kebutuhan jasmani atau kebutuan rohani dimaksud. Program yang telah dirumuskan oleh penanggung jawab hendaknya melakukan dalam bentuk kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, Saling menyum-bangkan ide, pengalaman, kecakapan, dan daya kreasinya. Upaya pelaksanaan kegiatan dimaksud untuk menjawab kebutuhan. Kebutuhan rohani untuk membina rohani sekelompok umat Tuhan  yang percaya melalui keyakinannya akan memperoleh hidup yang kekal. Kebutuhan jasmani untuk memperoleh kesejahteraan yang adil dan makmur. Keadilan dan kemakmuran dapat dicapai melalui usaha yang diupayakan oleh sekelompok orang yang bekerjasama guna mecapai tujuan bersama.
Tujuan akhir usaha yang diupayakan oleh gereja adalah memperoleh hidup yang kekal dan usaha yang diupayakan oleh pemerintah adalah mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Kesimpulannya bahwa organisasi gereja dan pemerintahan melakukan upaya-upaya kerjasama dalam kehidupan umat atau rakyat guna mencapai keadilan, kejujuran, kesejahteraan, kemakmuran di dunia dan pada ujungnya memperoleh kehidupan yang kekal di sorga.

3.  Permasalahan Yang Sering Terjadi Dalam Menjalankan Organisasi.
Permasalahan yang sering timbul dalam menjalankan organisasi adalah monopoli kerja, masa bodoh (apatis), menganggap orang lain tidak mampu, angkuh, belum memahami sasaran kerja oranisasi, belum memahami tujuan bersama organisasi dan lain-lain. Organisasi gereja untuk menjalankan semua tugas kegiatan dengan iman.
Memiliki iman seperti biji sesawi saja cukup, tetapi apabila timbul banyak keinginan, maka akan goya iman sehingga sulit untuk mencapai tujuan. Lembaga/Organisasi pemerintah dalam menjalankan tugas kegiatan pemerintah didukung dengan dana yang cukup besar, tetapi apabila ada keinginan untuk memperkaya diri sendiri tidak memandang orang lain atau pelaksanaan kegiatan tidak sesuai program bersama sangat sulit untuk mencapai tujuan bersama. Memiliki kekayaan di bumi tanpa memiliki kekayaan sorga, juga sia-sia adanya.
4. Struktur Organisasi
Berbicara menyangkut struktur organisasi adalah menjelaskan tentang penempatan orang dan pembagian tugas pekerjaan dalam organisasi. Penempatan orang dalam organisasi wajib memperhatikan syarat-syarat yang diperuntukannya sehingga dapat mengerjakan lebih mudah.  Sedangkan pembagian tugas pekerjaan harus dibagi habis kepada semua petugas dalam organisasi. Struktur organisasi terdiri dari struktur organisasi induk dan struktur satuan-satuan organisasi.
III         ORGANISASI GEREJA
1.        Arti Gereja.
Gereja disebut Bait Allah. Bait Allah itu Tubuh Manusia secara Alkitabiah. Manusia adalah tumpuan harapan dan kasih sayang Allah. Fisik bangunan gereja itu tempat tumpuan kaki dian Allah. Maka sebagai ciptaan Allah, wajib datang di Gereja tempat tumpuan kaki Allah untuk tersyungkur menyembah ALLah.  Apakah benar tubuh manusia itu satu organisasi (gereja)? Menurut saya benar tubuh manusia itu satu organisasi (gereja). Pimpinan seseorang yang disebut gereja adalah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Anggotanya adalah jiwa dan raga. Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran dan kemauan. Raga terdiri dari seluruh anggota tubuh ( kepala, tangan, badan, dan kaki).
Yang disebut Gereja menurut organisasi adalah suatu wadah untuk mengatur kegiatan gereja guna mencapai tujuan bersama seperti Gereja Kemah Injil (Kingmi), Gereja Baptis, Gereja Kristen Injili dll).

2.         Pentingnya gereja
Gereja sebagai wadah, penting untuk saling membina umat dalam berbagai kegiatan rohani. Gereja juga penting karena tempat menumbuhkembangkan iman percayanya. Termasuk tempat belajar cara-cara berorganisasi secara praktis. Gereja, tempat berlatih keberanian diri. Gereja juga wadah mitra kerja pemerintah dalam membina mental spiritual umat sebagai warga Negara.

3.               Hubungan Kerja Gereja
Hubungan kerja secara personal sebagai organisasi gereja menurut pandangan Alkitab dilakukan secara vertikal peribadi dengan Tuhan. Hubungan kerja pribadi dalam organisasi dilakukan dengan  dua cara yaitu secara vertikal dengan pimpinan dalam organisasi dan secara horizontal dengan sesama umat Tuhan dalam organisasi.

4.               Mekanisme Kerja Dalam Organisasi.
Visi organisasi sebagai sasaran dalam upaya melakukan kegiatan organisasi. Melakukan musyawarah untuk mufakat. Adanya pembagian tugas pekerjaan sesuai struktur dan tingkatan satuan organisasi. Melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai posisi yang ada dalam organisasi. Mendukung dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab lain yang diberikan oleh pimpinan unit organisasi atau organisasi induk. Prinsip dalam melaksanakan tugas kegiatan adalah saling menghargai tugas dan kerjasama. Menghargai dan melaksanakan hasil keputusan rapat-rapat organisasi. Menghargai ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan bersama dalam musyawarah guna menjalankan tugas-tugas organisasi.  
Mekanisme kerja organisasi contoh Gereja Kemah Injil (Kingmi) di  Tanah Papua  Badan Pengurus Komisi Pemuda bertanggung jawab kepada BPJ Koordinator Pemuda dan  Badan Pengurus Komisi Pemuda Klasis. BPJ bertanggung jawab kepada BPH Klasis. BPH Klasis bertanggung jawab  kepada Koordinator Klasis dan Koordinator Klasis bertanggung jawab kepada BPH Sinode. Pemuda Jemaat kepada Pemuda klasis. Pemuda Klasis bertanggung jawab kepada Departemen Pemuda di Tingkat  Sinode.
5.               Tugas Pemimpin Organisasi
Ketua/Kepala/Koordinator, tugas pokoknya adalah memimpin dan mengelola organisasi untuk bekerja sebaik-baiknya demi mencapai tujuan organisasi.
Memimpin atau mengelola artinya mengatur agar seluruh potensi organisasi berfungsi secara optimal dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Pemimpin mengatur agar anggota bekerja secara optimal dengan memperdayakan sarana dan prasarana yang dimiliki demi mendukung ketercapaian tujuan organisasi. Tugas pemimpin dalam mengelola organisasi mencakup tahapan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Perencanaan dengan maksud untuk merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Pengorganisasian dengan maksud untuk menetapkan  orang-orang dalam organisasi supaya berfungsi melakukan kegiatan-kegiatan organisasi. Penggerakan dengan maksud untuk menggerakan seluruh potensi yang ada agar secara bersama-sama melakukan kegiatan sesuai masing-masing tugas. Pengawasan dengan maksud guna mengendalikan dan melakukan pengawasan pelasanaan kegiatan sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
Proses penyusunan rencana organisasi melalui tahapan, 1) mengkaji kegiatan yang relevan, 2) menganalisi kondisi organisasi, 3) merumuskan tujuan, 4) mengumpulkan data dan informasi yang terkait, 5) menganalisis data atau informasi, 6) merumuskan alternatif program, dan 7) menetapkan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan.  Melaksanakan program kegiatan yang telah disusun tentu dibutuhkan orang atau tenaga untuk dikerjakan. Orang-orang tersebut diorganisasir agar bekerjasama secara efektif dan efisien. Dalam organisasi harus pegang empat kata kunci yaitu apa, siapa, kapan dan dimana (target). Pemimpin organisasi hendaknya mengetahui kemampuan dan karakteristik anggota organisasi sehingga dapat menempatkan anggota pada posisi tugas yang sesuai. Cara menggerakkan organisasi adalah setelah organisasi tersusun, maka tugas pemimpin adalah menggerakan orang-orang dalam organisasi untuk bekerja secara ortimal. Salah satu cara menggerakan adalah dengan cara menerapkan prinsip motivasi.
Artinya pemimpin merangsang agar anggota termotivasi untuk mengerjakan tugas. Pada prinsipnya anggota akan termotivasi  untuk mengerjakan sesuatu, jika 1) yakin akan mampu mengerjakan, 2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, 3) tidak sedang dibebani problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting atau mendesak, 4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan, 5) hubungan antar teman anggota dalam organisasi harmonis. Cara mengawasi,  prinsip dasar pengawasan yang perlu diterapkan pemimpin yaitu 1) pengawasan bersifat membimbing, 2) bantuan dan bimbingan secara tidak langsung, 3) balikan dan saran perlu segera berikan, 4) pengawasan dilakukan secara periodik, 5) pengawasan dilakukan dalam suasana kemitraan.
Pemimpin pemuda atau remaja adalah orang muda atau orang tua yang berjiwa muda yang suka bergaul dengan orang-orang muda. Syarat menjadi pemimpin pemuda yaitu 1) sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta sudah dibaptis secara gereja, 2) Dipenuhi oleh Roh Kudus supaya buah-buahnya dapat dilihat orang lain, 3) mempunyai kesaksian yang jujur dan benar dihadapan Tuhan dan dihadapan manusia, 4) aktif melayani pekerjaan Tuhan dan aktif mengikuti persekutuan pemuda pemudi, 5) mempunyai jiwa kepemimpinan, 6) sudah berada dalam persekutuan pemuda pemudi setempat sekurang-kurangnya satu tahun  atau lebih, 7) menyetujui tata Gereja Kingmi, 7) mengetahui peraturan administrasi pemuda pemudi, 8) mengetahui visi dan misi gereja.

6.               Visi, Misi Dan Tujuan Gereja.
Visi Gereja adalah sebuah gambaran yang realistis untuk membentuk masa depan. Misi Gereja adalah usaha-usaha yang diupayakan untuk mencapai visi dalam kehidupan sehari-hari sesuai kebijakan dan program kerja organisasi. Tujuan Gereja  ialah untuk menginjili semua orang, menanam gereja, dan mendewasakan setiap orang percaya.  Secara organisasi tugas dan tanggung jawab pengurus pemuda jemaat adalah 1) bertanggung jawab kepada pengurus pemuda Klasis, 2) membawahi seluruh program perkembangan pemuda, 3) menyusun badan pengurus pemuda, 4) mengadakan rapat-rapat pemuda jemaat, 5) membuat agenda untuk setiap rapat, 6) mengadakan pelatihan  pemuda, 7) membuat rencana kerja jangka pendek 1 tahun dan jangka panjang 3-5 tahun.
IV         ORGANISASI GEREJA DAN PEMERINTAH
Gereja dan Pemerintah sebagai mitra kerja yang sama-sama melayani umat atau rakyat sesuai masing-masing tugas, perlu bermitra yang sinergis dengan saling memperhatikan masing-masing kekurangan untuk melengkapi sehingga kesejahteran di bumi dapat terwujud dan pada akhir memperoleh keselamatan dibumi dan di sorga. Gereja berbicara hal-hal kebenaran yang terkandung dalam Alkitab II Timotius 3 : 16
Organisasi gereja merupakan suatu wadah kerjasama sekelompok umat Tuhan untuk bersekutu, bersaksi dan melayani guna mencapai tujuan bersama  (Yohanes 3 : 16).
Lembaga Pemerintah atau organisasi pemerintah merupakan suatu lembaga yang melayani masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya (Matius 6 : 33).
Tugas utama pmerintah dalam melaksanakan pembangunan, pelayanan kemasyarakatan dan mengatur pemerintahan. Melaksanakan pembangunan pada dasarnya membangunan sarana dan prasarana. Pelayanan kemasyarakatan pada dasarnya melakukan kegiatan sosial masyarakat. Pemerintahan adalah mengatur aparatur dalam birokrasi pemerintah. Pemerintah sebagai abdi masyarakat seluruh kegiatan yang dijalankan hendaknya mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Pemuda sebagai generasi penerus Gereja dan pemerintah, berperan manifestasikan nilai-nilai positif yang ada dalam injil kebenaran dan pengaruh positif yang ada dalam pemerintahan. Sebagai generasi muda mampu berperan membedakan nilai-nilai positif dan nilai-nilai negatif.  Pemuda sebagai generasi penerus mampu membela hal-hal kebenaran dan menangkal hal-hal ketidakbenaran. Pemuda sebagai generasi penerus perlu memiliki ciri-ciri yaitu 1) bertanggung jawab, 2) bertumbuh, 3) teladan, 4) membangkitkan semangat, 5) memperhatikan, 6) efisien, 7) bertahan, 8) berorientasi, 9) tegas, 10) mempersatukan, 11) bekerja.
Dalam tanggung jawab pemuda, Salomo menyebutkan 5 hal sebagai pemimpin: 1) menegur atau mengoreksi (Amsal 28 : 23); 2)  bertindak tegas (Amsal 24 : 11 – 12); 3) mendengarkan kritik (Amsal 15 : 5); 4) Berpikirlah jujur (Amsal 18 : 7); 5) Bersikap Adil ( Amsal 11 : 1).  Pemimpin yang bertumbuh, ada dua hal yaitu musuh pertumbuhan dan hal-hal yang mendukung pertumbuhan. Musuh pertumbuhan yaitu 1) Kecongkakan (Amsal 16 : 18); 2) Kemalasan (Amsal 18 : 9). Hal-hal yang mendukung pertumbhan yaitu 1) kerendahan hati (Amsal 15 : 33, 22: 4); 2) kesalehan (Mazmur 119 : 7-8, Amsal 16 : 17); 3) kebijaksanaan (Amsal 14 : 18).
V          PENUTUP
Lembaga gereja dan lembaga pemerintah adalah mitra kerja, yang sama-sama melayani manusia. Gereja melayani rohani manusia dan Pemerintah melayani kesejahteraan jasmani manusia. Baik Gereja maupun Pemerintah karena sama-sama melayani manusia maka perlu saling bekerjasama untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang ada dimasing-masing organisasi atau lembaga demi kesejahteraan jasmani dan rohani umat atau rakyat.